Info Terkini
recent

KEBUN RAYA BOGOR

SEJARAH KEBUN RAYA BOGOR

Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun botani yang terletak di Bogor , Indonesia. Taman-taman di pusat kota dan berdampingan dengan Istana Bogor (Istana Kepresidenan). Taman mencakup lebih dari 80 hektar, berisi lebih dari 15.000 spesies pohon dan tanaman, 400 jenis pohon palem, kebun bagi lebih dari 50 varietas yang berbeda dari burung dan untuk kelompok kelelawar bersarang di pohon-pohon tinggi di kebun raya Bogor.
Terdapat bunga anggrek yang berisi sekitar 3.000 varietas.Daerah Kebun Raya Bogor merupakan bagian darihutan buatan yang didirikan setidaknya sekitar era Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) memerintah Kerajaan Sunda, seperti yang tertulis dalam prasasti Batutulis . Hutan ini diciptakan untuk melindungi bibit kayu langka. Pada 1744, para Perusahaan India Timur Belanda mendirikan taman dan rumah di lokasi saat ini Kebun Raya di Buitenzorg (sekarang dikenal sebagai Bogor).Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah bunga bangkai(Amorphophalus titanum) karena saat-saat mendekati mekar akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini dapat mencapai tinggi 2m dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan.Pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup sampai sekarang di Kebun Raya Bogor. Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain. Prof. Caspar Georg Karl Reinwardtmemutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belandayang berarti “tidak perlu khawatir”). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.Pada tanggal 20 November 2006 pemerintah Bogor menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat,George W. Bush, yang akan mendarat menggunakan helikopter dengan membangun landasan helikopter pada daerah serapan air di kebun raya bogor. Landasan ini akhirnya tidak dipakai karena helikopter yang membawa Presiden AS mendarat di tempat lain. Daerah disekitar landasan juga dipasangi CCTV. Kini landasan helikopter ini telah dibongkar karena tidak sesuai dengan lanskap Kebun Raya Bogor. Pada hari Minggu dan hari libur, Kebun Raya Bogor sangat ramai dengan pengunjung yang berdatangan dari berbagai penjuru kota, bahkan dari luar negara Indonesia sekalipun.

Tarif kebun raya Bogor  sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 106 Tahun 2012, Tanggal 24 Desember 2012, mulai 1 Maret 2013 berlaku tarif masuk bagi pengunjung Kebun Raya Bogor yaitu Tiket Masuk Rp. 14.000,-/orang, Tiket Khusus Wisatawan Asing Rp. 25.000,-/orang, Kendaraan Keliling Roda 4 Rp. 30.000,-, Parkir Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000,-, Tiket Sepeda Keliling Rp. 5.000,-. Tiket masuk ini sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot dan Masuk Museum Zoologi.Pada Hari Minggu dan Hari Libur semua jenis kendaraan dilarang masuk.
Sumber : visitbogor.com
Unknown

Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.